Tampilkan postingan dengan label PNPM Peduli Kab. Lampung Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PNPM Peduli Kab. Lampung Selatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

WORKSHOP SINERGI DENGAN PEMERINTAH


Aswaja_Post (Kalianda) Lakpesdam NU Kabupaten Lampung Selatan melalui Program PNPM Peduli menggelar kegiatan Workshop dengan pemerintah di Balai Desa Sukaraja Kecamatan Raja Basa. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang mempertemukan akan antara kelompok Nelayan binaan Lakpesdam Kabupaten Lampung Selatan “Harapan Bahari” dengan Pemerintah setempat. Tujuannya agar adanya hubungan sinergisitas antara tim program (Lakpesdam NU), Kelompok Harapan Bahari dengan Pemerintah. Selain itu adanya rasa memiliki program bersama antar lakpesdam dan pemerintah sehingga harapan kedepan kelompok binaan dapat berkembang secara terus-menerus. Ujar Mushlihun.

Hadir pada kegiatan ini Bapak Jhoner si Butar-butar, S.Pi dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lampung Selatan, Effendy MS Kepala Desa Sukaraja. Lilik Chotimatul Adwiyah, S.Ag wakil ketua PC. Lakpesdam Lampung Selatan, Titut Sudiono Sekretaris PW. Lakpesdam Lampung Muslihun wakil ketua PCNU Kabupaten Lampung Selatan. Kami sangat senang sampai hari ini masih ada binaan dari lambaga yang peduli terhadap warga nelayan, karena baru kali ini ada lembaga yang secara intensif mau membimbing kelompok nelayan. Harapannya pemerintah dalam hal ini DKP Kabupaten Lampung Selatan dapat memprioritaskan pembinaan terhadap kelompok yang memang sudah terbina seperti kelompok Harapan Bahari ini. Harap Effendy.

Setelah acara ditemui Jhoner mengatakan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lampung Selatan akan membantu warga nelayan (kelompok nelayan) sesuai dengan kenerja kelompok. Apabila kelompok memiliki ghiroh untuk berkembang tentunya bantuan akan kami berikan. Saat ini banyak program yang akan dilakukan Pemerintah, tapi mungkin sampai kepda warga Sukaraja khususnya karena memang saat ini pemerintah masih melihat kelompok-kelompok mana yang layak untuk menerima program.

Dari 33 cabang yang menerima program PNPM Peduli ini sepatutnya kita bersyukur dan memanfaatkan program ini dengan maksimal. Kedepan kerjasama antar kelompok dan antar tim program yang lebih baik karena Program ini dalam rencana awal untuk tahun pertama akan berakhir sampai bulan juni, namun diperjalannya karena keberhasilan bersama anatar tim program dan kelompok maka program tahun pertama ini di perpanjang sampai bulan Desember. Harap Titut.

Mutakin selaku Community Organizer (CO) Program ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan bahwa pihaknya siap terus mendampingi dan membina kelompok sehingga kelompok mampu untuk mandiri. Beberapa bulan yang lalu program PNPM Peduli ini telah berjalan memberikan pelatihan-pelatihan kepada kelompok dan memberikan pinjaman sarana prasarana usaha seperti giling bakso, perahu, mesin, mesin jenset, mesin dan peralatan tangkap lainnya. Untuk 6 bulan kedepan program lebih fokus kepada peningkatan Sumberdaya Manusia yakni melakukan pelatihan-pelatihan. tutup Mutakin.

Senin, 05 Maret 2012

TRAINING MANAJEMEN USAHA NELAYAN TRADISIONAL DI DESA SUKARAJA KECAMATAN RAJA BASA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

Aswaja_Post(1 Maret 2012) Kemarin tanggal 29 Februari 2012 PC. Lakpesdam NU Kabupaten Lampung Selatan melalui Program PNPM Peduli Mengadakan ”Training Manajemen Usaha Nelayan di Desa Sukaraja Kecamatan Raja Basa Kabupaten Setempat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Sukaraja yang telah tergabung kedalam kelompok Pelangi Bahari yang beranggota 21 orang dan Harapan Makmur 21 orang.  Kegiatan ini bertujuan agar nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapnya dan ibu-ibu atau anggota perempuan yang tergabung dalam kelompok dapat mengolah hasil tangkapan.  Seperti yang di sampaikan oleh Muslihun, S.Sos Ketua PC.Lakpesdam NU Kabupaten Lampung Selatan pada pembukaan acara tersebut ”harapan saya setelah mengikuti training ini bapak-bapaknya bisa memperbanyak hasil tangkapannya kemudian ibu-ibu yang nunggu dirumah siap untuk mengolah ikan hasil tangkapan bapak-bapaknya menjadi makanan siap konsumsi seperti Bakso Ikan”. tutur Badar sapaan akrab Muslihun.

Sama halnya yang di sampaikan oleh Mutakin selaku CO PNPM Peduli Kabupaten Lampung Selatan ketika ditemui setelah berlangsungnya acara ”Pada kesempatan training kali ini kami bermaksud memberi motivasi kepada nelayan tangkap agar dapat meningkatkan hasil tangkapnya dengan mendatangkan tenaga profesional yang sudah berpengalaman serta ingin memberikan pelatihan pengolahan dan pemasaran bakso ikan yang telah direncanakan kelompok dengan mendatangkan tenaga profesional. Selain itu diberi gambaran tentang tekhnologi yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yaitu atraktor cumi. Terlihat tadi ketika peserta mengikuti kegiatan simulasi pembuatan Bakso Ikan yang di pandu oleh tenaga ahli dan berpengalaman.

Sekilas kami tulis alur pembuatan bakso ikan yang di praktikkan peserta saat pelatihan :
-       Mempersiapkan tempat dan alat-alat praktik
-       Mendatangkan Ikan segar,yang kemudian dibersihkan.
-       Proses disiangi
-       Difilet
-       Buang kulitnya
-       Pelumatan
-       Penimbangan
-       Penambahan bumbu
-       Pengadonan
-       Pencetakan bakso.
 Setelah melakukan peraktik pembuatan kelapa usaha bakso ikan ini harapannya keluarga nelayan dapat mengolah hasil tangkapan mereka, sehingga mereka tidak tergantung lagi dengan tengkulak tempat biasa mereka menjual ikan hasil tangkapan.  Dengan adanya pelatihan-pelatihan ini nelayan dan keluarga nelayan di ajak untuk bermimpi sukses.  Seperti yang di ungkapkan Titut Sudiono selaku Fasilitator PNPM Peduli pada saat memberikan pelatihan “Kunci Kesuksesan Adalah Punya Mimpi Dan Berani Mengubahnya Menjadi Sebuah Ide Bisnis, Lalu Mulailah Usaha.
Jangan Pernah Takut Gagal, Belajarlah Dari Kegagalan. Karena Kegagalan Adalah Awal Kesuksesan. ayooo bapak-bapak/ ibu bermimpi, karena tanpa adanya mimpi kapan kita bisa menggambarkan kedepan kita mau seperti apa“ ajak Titut kepada peserta.

Sedikit melihat Out-put PNPM Peduli
Setelah dilaksanakan Program PNPM Peduli terlihat cukup banyak perubahan yang dirasakan oleh penerima manfaat maupun tim pelaksana program.  Seperti yang diungkapkan oleh Ali Raden Carita salah satu anggota kelompok Harapan Makmur kepada crew Aswaja_Post ketika ditemui disela-sela training “kami sangat senang adanya bantuan-bantuan seperti ini, karena tidak hanya diberikan bantuan berupa barang tanpa adanya pelatihan, yang kemudian bantuan tersebut sering disalah gunakan. Dengan adanya pelatihan ini saya menjadi merasa dan tau betapa pentingnya berkelompok.  Ungkap Ali.

Sama halnya yang disampaikan Ibu Romlah salah satu anggota kelompok Pelangi Bahari “saya merasakan banyak manfaat setelah mengikuti beberapa kali pertemuan atau pelatihan yang di adakan Lakpesdam ini, salah satunya kemarin-kemarin sebelum ikut pelatihan saya mau ngomong didepan banyak orang gak berani mas, sekarang sedikit-sedikit beranilah”. Ungkap romlah sambil tersenyum sedikit malu namun percaya diri.

Begitu juga halnya banyak manfaat yang dirasakan oleh tim pelaksana PNPM Peduli. Seperti halnya yang disampaikan oleh Ibu Lilik Chotimatul Ahdziyah, S.Ag selaku CO PNPM Peduli Kabupaten Lampung Selatan ketika ditemui crew Aswaja_Post disela-sela Training kemarin “program PNPM Peduli ini, bener-bener mengajak orang yang terlibat didalamnya untuk bangkit.  Banyak tantangan untuk merubah pola fikir masyarakat, dan  jujur itu susah sekali.  Namun dengan semangat kebersamaan baik dalam tim maupun dengan masyarakatnya kami sangat mengutamakan kebersamaan. Jadi seberat apapun tantangan itu, Allah beri jalan untuk mengatasinya. Terang istri Ketua PC.NU Kabupaten Lampung Selatan ini.

Minggu, 19 Februari 2012

PEMBERDAYAAN NELAYAN MELALUI DIVERSIFIKASI USAHA DI KELOMPOK NELAYAN DESA SUKARAJA, KEC. RAJABASA LAMPUNG SELATAN

Oleh : Tim Fasilitator PNPM Peduli

Nelayan dan komunitas desa pesisir, pada umumnya adalah bagian dari kelompok masyarakat miskin yang berada pada level paling bawah dan acapkali menjadi korban pertama yang paling menderita akibat ketidakberdayaan dan kerentanannya. Berbagai kajian yang telah dilakukan menemukan, bahwa para nelayan (tradisional) bukan saja sehari-hari harus berhadapan dengan ketidakpastian pendapatan dan tekanan musim paceklik ikan yang panjang, tetapi lebih dari itu mereka juga sering harus berhadapan dengan berbagai tekanan dan bentuk eksploitasi yang muncul bersamaan dengan berkembangnya proses modernisasi di sektor perikanan (Wahyono dkk., 2001; Kusnadi, 2002; Satria, 2002; Yustika, 2003; dan Suyanto dkk., 2005).

Studi ini bermaksud mengkaji situasi problematik yang dihadapi masyarakat nelayan di kawasan Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek dalam melangsungkan kehidupannya sehari-hari. Fokus persoalan yang dikaji dalam penelitian ini adalah masalah pemberdayaan masyarakat nelayan, terutama melalui kegiatan pengembangan diversifikasi usaha. Permasalahan lain yang dikaji dalam kegiatan penelitian ini adalah:

1.      Bagaimana gambaran intensitas dan bentuk-bentuk tekanan kemiskinan yang dialami komunitas dan keluarga nelayan.
2.      Sejauhmana usaha di sektor perikanan mampu menopang pemenuhan kebutuhan hidup keluarga nelayan termasuk  sejauhmana proses modernisasi perikanan mempengaruhi terjadinya polarisasi sosial-ekonomi dan perubahan tingkat kesejahteraan keluarga nelayan
3.      Sejauhmana peluang nelayan di Kawasan Pantai Prigi Kabupaten Trenggalek mengembangkan kegiatan diversifikasi usaha?
4.      Jenis-jenis kegiatan usaha alternatif apa sajakah yang prospektif dikembangkan untuk mendorong pengembangan kegiatan alternatiif atau diversifikasi usaha bagi keluarga nelayan miskin.
Populasi penelitian ini adalah keluarga nelayan miskin yang tersebar di sepanjang wilayah Pantai Prigi Kabupaten Trenggalek. Sebagai sampel lokasi penelitian, dipilih Kecamatan Watulimo dan 3 desa pesisir sebagai lokasi penelitian, yaitu Desa Prigi, Desa Tasikmadu, dan Desa Karanggandu.

Kesimpulan yang diperoleh berupa :
1.      Nelayan miskin adalah bagian dari komunitas masyarakat pesisir yang secara sosial-ekonomi rentan, tidak memiliki tabungan, kurang atau tidak berpendidikan, dan acapkali menghadapi tekanan kemiskinan yang kuat karena berbagai keterbatasan yang dimiliki dan pengaruh faktor struktural di sekitarnya. Jumlah anak yang cenderung banyak menyebabkan beban yang mesti ditanggung menjadi berat karena tidak sebanding dengan sumber-sumber penghasilan yang dapat diakses.
2.      Pasca kenaikan harga BBM, tekanan kemiskinan yang dialami keluarga nelayan miskin cenderung makin intens dan berat, karena “efek domino” menyebabkan terjadinya kenaikan harga kebutuhan sehari-hari yang justru bertolak-belakang dengan kecenderungan menurunnya penghasilan yang diperoleh keluarga nelayan miskin.
3.      Akibat keterbatasan teknologi dan aset produksi yang dimiliki, daya jelajah para nelayan miskin di kawasan Pantai Prigi umumnya terbatas, dan berimplikasi pada jumlah dan jenis tangkapan ikan yang makin lama makin berkurang. Rata-rata penghasilan yang diperoleh nelayan miskin sangat kecil dan hanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan sebagian terpaksa hidup serba kekurangan.
4.      Musim paceklik dan makin berkurangnya sumber daya laut di wilayah sekitar pantai adalah kondisi yang seringkali menyebabkan kehidupan sehari-hari nelayan miskin makin terpuruk. Peluang untuk terus mempertahankan dan mengembangkan pola kehidupan yang subsisten makin kecil, karena kebutuhan konsumsi yang makin bervariasi dan terjadinya kenaikan harga kebutuhan hidup sehari-hari yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan ikan mereka.
5.      Usaha dari hasil melaut dalam banyak hal tidak lagi dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, bahkan termasuk kebutuhan dasar anggota keluarga, khususnya pendidikan anak dan kebutuhan kesehatan seluruh anggota keluarga.
6.      Kebijakan modernisasi perikanan yang dilakukan hanya berdasarkan pertimbangan logika produksi atau sekadar mengejar peningkatan hasil tangkapan ikan, bukan saja menyebabkan terjadinya pengurasan sumberdaya laut yang tak terkendali (over exploited), tetapi juga melahirkan proses marginalisasi dan polarisasi yang makin menyolok mata.
7.      Kemampuan nelayan miskin untuk melakukan diversifikasi usaha umumnya rendah. Di sisi lain, peluang atau kesempatan kerja yang tersedia di luar sektor perikanan umumnya juga tidak terlalu menggembirakan dan tidak sesuai dengan karakteristik sosial nelayan miskin.
8.      Kemungkinan nelayan miskin untuk membuka usaha sendiri dalam banyak hal terkendala faktor modal.
9.      Peran perempuan dan anak dalam keluarga nelayan miskin umumnya strategis, baik sebagai salah satu penyangga ekonomi keluarga yang potensial maupun sebagai tenaga kerja produktif yang dapat dimanfaatkan untuk memberi nilai tambah terhadap ikan hasil tangkapan nelayan miskin.
10.  Bagi keluarga nelayan miskin, peran dan dukungan bantuan dana dari pemerintah sangat strategis dan fungsional untuk menunjang mereka mengembangkan diversifikasi usaha.
11.  Beberapa potensi yang dimiliki dan peluang yang mungkin dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat nelayan di kawasan Pantai Prigi adalah: (1) mendorong dan melibatkan nelayan miskin dalam proses modernisasi perikanan, (2) menata pembagian margin keuntungan yang lebih berpihak kepada nelayan miskin, (3) melakukan diversifikasi produk dengan cara memberi nilai tambah pada komoditi ikan yang sifatnya rentan waktu, dan (4) mengembangkan diversifikasi usaha bagi nelayan miskin agar mereka dapat memiliki sumber-sumber penghasilan alternatif yang lebih banyak.
12.  Jenis usaha yang prospektif dikembangkan dalam rangka mendorong diversifikasi usaha keluarga nelayan miskin umumnya adalah kombinasi sektor perikanan dengan sektor pertanian, perdagangan tradisional dan industri kecil, serta sektor informal.
Rekomendasi penelitian ini adalah :
·         Pemberdayaan nelayan miskin seyogianya mempertimbangkan dan bahkan harus bertumpu kepada keberadaan pranata sosial-budaya di masing-masing komunitas lokal nelayan miskin.
·         Bantuan yang diberikan kepada kelompok nelayan miskin seyogianya tidak berorientasi pada kepentingan jangka pendek ,tetapi, harus lebih berorientasi pada pemupukkan investasi sosial yang berjangka panjang dan bersifat strategis bagi komunitas nelayan miskin.
·         Mendorong terjadinya proses diversifikasi hasil tangkapan dan diversifikasi usaha non-perikanan.
·         Meningkatkan daya tahan dan nilai tawar dari produk yang mereka hasilkan. Harga jual produk nelayan tradisional, niscaya akan lebih meningkat jika mereka dapat mengembangkan produk-produk alternatif yang berasal dari hasil pengolahan ikan mentah menjadi krupuk, petis, makanan alternatif, atau menjadi produk yang dapat dijadikan buah tangan warga masyarakat yang lain.
·         Pemberdayaan perempuan dan anak (15 tahun ke atas) untuk mendukung proses penguatan penyangga ekonomi keluarga nelayan tradisional.
·         Memutus mata rantai eksploitasi yang selama ini merugikan posisi nelayan miskin atau nelayan tradisional dengan bertumpu kepada pemberdayaan komunitas nelayan tradisional itu sendiri sebagai sebuah kelompok sosial.
·         butuhkan spesifikasi program, terutama program yang bertujuan untuk memberdayakan nelayan miskin, program yang bertujuan untuk perbaikan teknis dan manajemen usaha perikanan, dan program pemberdayaan masyarakatnya atau program yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia nelayan tradisional.
·         Mendorong nelayan miskin agar dapat lebih produktif, efisien dan lebih mampu berkompetisi di sektor perikanan atau sektor non-perikanan yang ditekuninya.
.

Rabu, 08 Februari 2012

TRAINING PENINGKATAN KAPASITAS SOSIAL EKONOMI KELOMPOK NELAYAN DI DESA SUKARAJA KECAMATAN RAJABASA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN


Bandar Lampung (08 Februari 2012). Kemarin Hari Selasa, 07 Februari 2012 PC. Lakpesdam NU Kabupaten Lampung Selatan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Peduli telah melaksanakan training peningkatan kapasitas sosial ekonomi bagi masyarakat khususnya kelompok nelayan desa sukaraja Kabupaten setempat.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok melihat peluang usaha berdasarkan potensi yang mereka miliki.  Sasaran program adalah 2 kelompok nelayan yaitu kelompok Pelangi Bahari beranggota 21 orang dan kelompok Harapan Makmur beranggota 21 orang.  Kelompok tersebut terbentuk merupakan hasil musyawarah pada kegiatan sebelumnya.

Pada kesempatan ini, dihadiri oleh Bapak Hi. RM Shaleh Baijuri selaku  PW NU Lampung sekaligus Anggota DPR Provinsi Lampung, Perwakilan dari Dinas Perikanan dan Kelautan, Ketua PC. NU Kab. Lampung Selatan dan Kepala Desa Sukaraja.

Pihak pemerintahan khususnya pemerintahan tingkat desa sangat mensupport terlaksananya program PNPM Peduli didesa tersebut.  Seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa dalam sambutannya “Adanya program PNPM Peduli di desa kita ini merupakan hal yang luar biasa dan patut kita syukuri, karena banyak mayarakat atau desa lain yang menginginkan kegiatan seperti ini masuk ke desa mereka namun nyatanya desa kita-lah yang terpilih. Oleh karena itu saya selaku kepala desa mengharapkan kepada masyarakat khususnya yang sudah masuk kedalam kelompok dapat mengikuti kegiatan-kegiatan secara maksimal. harap Effendy MS selaku Kepala Desa.

Sholihun, S.Sos selaku ketua PC. Lakpesdam NU Lampung Selatan dalam hal ini bertindak sebagai PO PNPM Peduli Lampung Selatan ditemui di sela-sela berlangsungnya kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini masih ada kaitannya dengan kegiatan sebelumnya, karena pada kegiatan ini anggota kelompok akan di ajak menggambarkan intensitas usaha (nelayan) mereka serta diberikan wawasan untuk menentukan sikap dalam mencari gambaran  usaha yang akan mereka bidangi.

Pada pelatihan ini, kelompok  diberikan penjelasan tentang gambaran diversifikasi usaha nelayan oleh perwakilan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lampung Selatan yang sengaja di datangkan oleh tim PNPM Peduli. DPK Kabupaten Lampung Selatan mengatakan siap untuk membantu memandu cara pengolahan dan pemasaran sfesifik usaha yang diinginkan oleh masyarakat. Sehingga dikesempatan pelatihan ini masyarakat tertarik ingin mengembangkan usaha bakso ikan.

Ketika ditemui setelah mengadakan pelatihan tersebut, Mutakin selaku CO PNPM Peduli Lampung Selatan mengatakan bahwa kesuksesan program ini adalah bagaimana partisipasi peserta. Alhamdulillah pada training kali ini peserta mengikuti kegiatan dengan semangat, walaupun masih ada hal negatif yang harus di perbaiki. Kami dari tim program melihat banyak perkembangan bagi peserta setelah mengikuti beberapa kali pertemuan yang kami lakukan.  Keberani mereka dalam mengeluarkan pendapat dan menggambarkan usaha nelayan mereka saat ini adalah suatu bukti keinginan mereka mau di ajak untuk maju.

Sabtu, 21 Januari 2012

Workshop Mendorong Penguatan Kelembagaan Nelayan Tradisional di Desa Suka Raja Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan


Aswaja_Post (21-01-2012). Letak Kabupaten lampung selatan yang berada diujung dan sabagai pintu gerbang pulau sumatera, seharusnya merupakan nilai lebih dibandingkan daerah lain, dan (diharapkan) dapat menghantarkan masyarakat menjadi  sejahtera, namun keadaanya berbalik dari yang diharapkan.  sebagian besar wilayah diujung pulau sumatera ini adalah merupakan samudera hindia dan khususnya Kecamatan Raja basa Sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian sebagai nelayan.  Keseharian mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai nelayan. Namun hasil nelayan yang mereka peroleh belum dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Kehidupan mereka sungguh memprihatinkan karena sebagai nelayan tradisional yang tergolong kedalam masyarakat miskin yang tidak mempunyai tanah dan mereka sering kali dijadikan objek ekploitatif oleh para pemilik modal. Harga ikan sebagai sumber pendapatannya dikendalikan oleh para pemilik modal atau dalam hal ini adalah para pedagang/tengkulak, sehingga distribusi pendapatan tidak merata. Gejala modernisasi perikanan tidak banyak membantu bahkan membuat para pelayan tradisional semakin terpinggirkan.

Melihat keadaan ini, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM NU) memberikan solusi dengan mengantarkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Peduli. Solihun, S.Sos selaku Ketua Lakpesdam NU Lampung Selatan menjelaskan bahwa program PNPM Peduli ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional melalui hasil tangkapan dan pemasaran. Program ini akan diadakan dalam beberapa tahap selama kurang lebih tujuh bulan di periode tahun pertama. Sasaran program ini adalah para nelayan dan ibu nelayan yang tinggal di Desa Sukaraja dengan jumlah 40 orang. Setelah melalui beberapa tahapan, kemarin jum`at 20 Januari 2012  Program PNPM Peduli LAKPESDAM NU ini melaksanakan kegiatan “workshop mendorong penguatan kelembagaan nelayan tradisional”.

Pada kesempatan ini, hadir dalam acara perwakilan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lampung Selatan, Ketua PC NU Lampung Selatan, Ketua PW Lakpesdam NU Lampung dan kepala desa beserta perangkat desa serta anggota kelompok nelayan (beneficieris) dari program PNPM Peduli ini. Dalam sambutannya ketua PW Lakpesdam mengharapkan partisipasi dari berbagai fihak untuk menyukseskan program ini dalam upaya merubah pola fikir dan membangkitkan masyarakat untuk maju. Masyarakat Sukaraja Lampung Selatan ini patut bersyukur menjadi salah satu desa yang terpilih mendapatkan bantuan program PNPM Peduli dari 33 cabang yang lain se-Indonesia, Tutur Erlina. Kemudian disambung oleh Abdullah, S.Ag selaku ketua PC NU Lampung Selatan dalam memberikan sambutannya ia menyampaikan “masyarakat jangan khawatir karena program ini sangat fositif. Mudah-mudah dapat membantu bapak/ibu semua dalam mengatasi permasalah ber-nelayan selama ini. Program ini suatu bentuk kepedulian NU kepada warganya, karena NU itu sangat peduli kepada orang lain baik masih hidupnya atau setelah wafatnya orang tersebut, kalau sudah meninggal orang NU tetap peduli dengan selalu mengirim Fatehah dan Do`a”.  gurau Pak Dulah sapaan akrabnya.

Kepala desa Sukaraja dalam sambutannya menyampaikan banyak terimakasih kepada pelaksana program dan menyarankan kepada warganya agar dapat mengikuti kegiatan PNPM Peduli yang dimotori oleh LAKPESDAM NU ini dengan keseriusan.  “masyarakat Desa Sukaraja ini sudah sering mendapatkan bantuan program-program seperti ini tapi tidak pernah sampai selesai, masyarakat belum paham sudah ditinggal. Harapannya setelah program berjalan masyarakat terus diberi pembinaan” tutur dan harapan pak Effendy  selaku kepada desa setempat. Sambutan baik juga disampaikan oleh perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Lampung Selatan, “kami dari Dinas Perikanan dan Kelautan sangat mengapresiasi atas kepedulian Lakpesdam NU kepada nelayan-nelayan”.

Sama halnya ketika crew Aswaja-Post menemui Mutakin selaku Community Organizer (CO) PNPM Peduli – Lakpesdam NU Lampung Selatan ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelatihan awal untuk penguatan kelembagaan atau kelompok nelayan.  Memang sebelumnya kita sudah melakukan tahap-tahap diantaranya ada agenda persiapan program “disini kita mensosialisaikan program agar beneficieris terbuka wawasan dan pemahaman mereka tentang program yang akan dilaksanakan” kemudian setelah itu kita ada workshop PPA di kegiatan ini kita pelaku program dan beneficieris dapat mengidentifikasi kelompok miskin dikomunitas nelayan”. Pada kegiatan Workshop kali ini harapannya meningkatnya partisipasi kelompok beneficieris dan kesadaran berorganisasi dalam melaksanakan program kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahapan selanjutnya. Terlihat betapa aktif dan seriusnya kelompok beneficieris dalam mengikuti kegiatan yang dilaksanakan tadi.  Jelas mutakin mereplay jalannya kegiatan tadi yang telah terlaksana dengan sukses.