Selasa, 03 Januari 2012

PNPM Peduli untuk yang Terpinggirkan


Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Peduli merupakan program baru yang dikhususkan bagi mereka yang terpinggirkan."Program ini khusus untuk mereka yang selama ini terpinggirkan atau tidak terlihat atau tidak tersentuh sama sekali dengan program-program pembangunan," katanya usai meluncurkan buku "Mereka yang Tak Terlihat" di Museum Nasional.

Peluncuran buku bertujuan untuk memperkenalkan PNPM Peduli, sebuah program baru yang akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari program PNPM Mandiri. Program tersebut akan menargetkan kelompok paling terpinggirkan dan terkucilkan guna meningkatkan akses mereka ke pelayanan dan kesempatan ekonomi melalui dukungan kepada organisasi masyarakat madani setempat yang ada di seluruh indonesia.
Selain fokus terhadap mereka yang selama ini tidak terlihat atau tidak tersentuh sama sekali dengan program-program pembangunan secara individual beda antara PNPM peduli dengan PNPM mandiri adalah masalah pendanaan. "PNPM mandiri pendanaannya dari donor-donor internasional," katanya.

Penyumbang PNPM pada saat ini adalah Belanda, Australia, Denmark, Inggris, Masyarakat Eropa dan Amerika Serikat. Dia juga menjelaskan, jika PNPM mandiri lebih kepada pemberdayaan masyarakat dalam skala besar maka program PNPM Peduli bisa menyentuh secara personal atau individual. "Dengan program ini diharapkan saudara kita sebangsa dan setanah air dapat merasakan sentuhan pembangunan sehingga meningkat kesejahteraannya," katanya.

Dia juga menambahkan apabila semua ini dapat dilakukan akan memberikan kontribusi yang berarti untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah 2010-2014 untuk menurunkan penduduk miskin menjadi 8-10 persen pada tahun 2014 dan untuk menurunkan jumlah penduduk miskin menjadi separuhnya pada tahun 2015 sesuai target tujuan pembangunan milenium.
Sementara itu, buku "Mereka yang Tak Terlihat" bercerita tentang kisah 51 orang miskin yang berasal dari kelompok terpinggirkan dan terkucilkan. Mereka yang diceritakan di dalam buku di antaranya orang lumpuh, pekerja seks komersial, pekerja desa dalam masyarakat yang terisolasi, transeksual, janda, kepala rumah tangga perempuan, nelayan gelap seminomadik, kelompok etnis Bajau yang tinggal di laut, penderita HIV, dan penderita kusta.

Dengan kata-kata sendiri mereka menggambarkan tantangan yang ditimbulkan oleh kemiskinan dan pengucilan dan bagaimana mereka berjuang ke luar dari kondisi itu.

Sumber : http://www.pnpm-mandiri.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar